Rabu, 18 Mei 2016

Perhatikan tanggal Kadaluarsa Sebelum Membeli





Beberapa hari yang lalu seorang teman meminta dibelikan teh celup dan berjanji akan mengembalikan dalam bentuk barang. Kemarin teman tersebut memberikan barang yang dipinjam dan seperti biasa, yang pertama saya cek adalah tanggal kadaluarsa. Betapa kagetnya saya karena teh celup tersebut bulan Juli sudah kadaluarsa.
Menurut orang-orang yang pernah saya dengar, makanan yang pakai bahan pengawetnya untuk jangka waktu yang lama (tahunan) batas akhir pemakaiannya sebaiknya jangan sampai di bulan yang tercantum, 1 bulan sebelum masa kadaluarsa jangan digunakan atau dimakan lagi.

Sering sekali terjadi saat kita belanja, kita lupa melihat tanggal kadaluarsa makanan yang kita beli, baru saat akan digunakan kita coba ingat-ingat kapan belinya kok tiba-tiba makanan tersebut sudah kadaluarsa.
Mungkin untuk perempuan memperhatikan tanggal produksi dan kadaluarsa dalah hal biasa, tetapi untuk para pria yang sering belanja dan tidak biasa melihat tanggal kadaluarsa ada baiknya mulai sekarang agar lebih teliti dalam membeli makanan. Karena setiap makanan diberi bahan pengawet yang berbeda dan alangkah tidak sehatnya apabila semakin tidak sehat karena bahan pengawet yang sudah habis masa penggunaannya.
Selamat berbelanja

Selasa, 17 Mei 2016

Toleransi dalam tindakan



Saya lahir dari desa yang semua warganya seagama, tapi dari kecil saya sudah tahu adanya agama yang berbeda karena adik Kakek saya yang beda agama sangat sering mengunjungi kami. Juga Oom anak Kakek tersebut sering datang ke kampung. Bahkan menurut Bapak saya, dia adalah kesayangan Kakak (Adik Papanya) tersebut.
Bisa jadi perasaa Bapak saya itu benar karena ketika Kakek meninggal, bola matanya tetap terbuka sampai kami datang. Kaetika Bapak saya mengusap wajah Kakek dari dahi ke arah bawah, Mata Kakek ikutan menutup padahal sebelum kami datang yang hadir juga sudah melakukan hal yang sama.
Saya masih kecil waktu Kakek meninggal, tapi saya sempat merasakan kehadirannya yang cukup sering di kampung kami yang sunyi. Kedekatan Kakek dengan kami juga diikuti oleh seorang anaknya kalau yang lain bisa dibilang kami hampir tidak pernah berkomunikasi.
Seiring bertambahnya usia, saya melanjutkan sekolah tingkat pertama masih di kelurahan tapi beda kampung. DI sini kami sudah bertemu dengan teman beda agama, tetapi toleransi di sini sangat indah sekali. Saya pernah menulis di sini.
Sekolah Tingkat Atas dan Kuliah rasanya saya semakin dewasa untuk menghargai agama yang berbeda. Walaupun jujur, saat kuliah kami hidup berkelompok. Akan sangat aneh kalau ada yang berteman karib beda agama, entah siapa yang memululai membuat perbedaan ini.
Merantau dan bekerja semakin menyadarkanku akan perbedaan ras, agama dan suku yang tidak boleh kita ganggu gugat. Rasanya kurang etis bertanya agama kepada orang yang baru kita kenal, kalau asal daerah masih lebih bisa dipahami karena kadang tempat daerah teman malah membuat kita ingin tahu lebih lanjut tentang daerah sana.
Cara terbaik untuk tetap menjaga persahabatan bukan juga dengan tidak membahas agama sama sekali, tapi dengan tidak menyinggung atau menyakiti hati teman lewat agama. Saya mencoba untuk tidak membahas orang atau artis yang pindah agama karena akan menyakiti pihak agama yang sebelumnya. Mencoba juga untuk mengingatkan agar teman jangan terlalu sering mengucapkan salam dalam satu agama saat kita berada di komunitas dan hanya sedikit atau cuma 1 orang agama yang berbeda agama.
Salam persaudaraan buat semua.

Rabu, 11 Mei 2016

Bonus dari Gojek yang Menyenangkan



Tanggal 26 April kemarin saya terima email dari Gojek kalau saya mendapatkan bonus Go-pey (saldo) dari Gojek sebesar Rp 100.000,- dengan tulisan hanya berlaku 24 jam dan kredit bisa ditambahkan untuk aplikasi Go-jek versi terbaru.

Segera saya update aplikasi dan input kode yang diberikan dan tidak lama kemudian saldo Go-Pey sudah terbaca. Karena kuatir saldo akan hangus dan hanya berlaku hari itu saja, saya mencoba menghubungi teman-teman yang biasa naik angkutan umum tapi sayangnya pada hari itu Bekasi hujan sehingga mereka lebih memilih tetap naik angkutan umum.
Esok harinya saya cek kredit Gojek amsih ada, lalu saya tawarkan Kakak ipar untuk saya pesan lewat akun saya. Jadilah Kakak ipar yang pertama mencoba bonus dari Gojek. Dan lebih menguntungkannya lagi, pembayaran dengan Go-pay mendapatkan diskon 20%.

Setelah bonus tinggal sedikit, saya mencoba isi ulang dan dapat petunjuk pengisian lewat internet banking mandiri. Caranya ternyata sangat mudah.

Semakin suka dengan pelayanan Gojek apalagi terima email hari ini Go-pay diskonnya bertambah menjadi 50%. Terima kasih Gojek atas bonus dan pelayannya yang menyenangkan.

Senin, 09 Mei 2016

Jangan Biarkan Cinta Lama Mengacaukan Cinta Masa Kini – Berkaca dari film AADC2




tiket

Rasanya film Indonesia yang paling dibicarakan saat ini adalah Ada Apa Dengan Cinta 2, walaupun sebenarnya film AADC yang pertama mungkin tidak direncanakan akan ada lanjutannya. Terjebak nostalga bahwa dulu sempat ikut ngeramein nonton AADC dan juga kehadiran film AADC juga disebut-sebut sebagai bangkitnya perfilm-an Indonesia setelah sempat mati suri selama beberapa tahun maka sekarangpun kembali mencoba mencari tahu apakah film AADC2 itu sefenomenal film pertama.
Meyimak pembicaraan teman-teman yang dulu juga turut serta terpesona dengan film pertama sebagian besar sangat suka dengan AADC2 ditambah mereka juga sangat memuja sosok Rangga. Tapi mungkin berbeda dengan saya dalam memandang kisah film ini.
Ketika akhirnya Cinta mau bertemu dengan Rangga setelah sebelumnya pernah mengalami patah hati yang sangat berat, rasanya masih setuju karena memang sebaiknya jangan membiarkan kepahitan masa lalu membayangi kehidupan kita. Apalagi Rangga ingin menceritakan penyebab dia mengirimkan surat putus kepada Cinta tanpa alasan. Mungkin setelah mendengar sendiri pengangakuan Rangga, Cinta akan lebih legowo/ikhlas menjalani hari –hari yang akan datang.
Namun untuk kelanjutannya saya kurang setuju kalau kehadiran cinta lama harus memupus cinta kini. Kalau itu masih sekedar pacaran mungkin tidak terlalu masalah, karena bisa saja si mantan lebih banyak kelebihannya dibanding pasangan yang sekarang. Apalagi kalau sebenarnya sudah lama ingin putus tapi belum bertemu pengganti maka bertemu mantan seperti pucuk dicinta ulampun tiba.
Tetapi akan berbeda ceritanya kalau ternyata kisah yang dijalin sekarang sudah serius lalu menjadi kacau gara-gara kehadiran si mantan. Kemarin sempat mendengar teman yang berbisik ke temannya tentang batalnya pernikahan teman mereka H-2 dan itu karena kehadiran mantan dari salah satu calon pengantin. Maksud hati si calon pengantin ingin pamit pada pacar lamanya tetapi disaat-saat terakhir itu mereka malah memutuskan untuk berama kembali.
Terbayang betapa hancurnya hati si calon pengantin yang dikhianati. Selain berkorban perasaan, korban dana tetapi juga mengorbankan keluarga kedua belah pihak. Orang-orang pasti bertanya-tanya kenapa sampai bisa batal menikah.
Pernah juaga mendengar cerita dari teman, berita batal nikah yang diumumkan di gereja. Walaupan saat diumumkan digunakan kata-kata “Ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan”. Mungkin kita akan berkata lebih baik batal menikah daripada nanti bercerai. Tapi benarkah ketika menikah dengan orang yang dicintai sudah pasti lebih bahagia daripada dengan orang yang setengah dicintai? Bukankah kadang ada juga yang lebih lama masa pacaran daripada pernikahan yang dijalani?
Tidak menjadi jaminan juga bahwa semua masalah bisa dilalui dengan orang yang dicintai ataupun orang yang kita pilih. Karena menyatukan dua kepala dari latar belakang yang berbeda pasti akan ada sesuatu hal yang saling bertolak belakang. Perlu kata “saling” diantara kedua belah pihak dan tentu saja komunikasi antara yang disukai ataupun yang tidak disukai. Sehingga si pasangan bisa mengerti keinginan pasangannya.
Semoga kita bisa mengambil keputusan yang bijak ketika akan melangkah ke jenjang pernikahan. Jangan biarkan bayang-bayang masa lalu mengundang mendung dalam rencana tersebut. Bersahabat dengan mantan itu tidak menjadi masalah sepanjang kedua belah pihak menyadari posisinya dan melangkah pada rel yang seharusnya. Dan buat yang sudah dalam pernikahan, terimalah pasanganmu apa adanya karena  orang lain yang diharapkanpun belum tentu tanpa kekurangan.

Ketergantungan pada transportasi Online



Ketergantungan pada transportasi Online
Hari Minggu kemarin, 08 Mei 2016 ketika sedang berada di mall, saya berniat mengupgrade kartu Xl saya di xl center dari 3G menjadi 4G karena info yang saya dengar kartu 4G internetnya lebih cepat. Info dari si Mas  CS-nya Xl, kartu lama baru diganti setelah signal sudah menjadi tanda silang yang artinya akrtu lama sudah tidak bisa menangkap signal Xl. Waktunya sekitar 24 jam ataupun bisa 2 hari kata Mas CS menambahkan.
Tadi pagi ketika terbangun, signal xl di kartu lama masih ada lalu kemudian muncul tanda silang. Saya berpikir bahwa kartu lama sudah tidak bisa digunakan, dengan bersusah payah saya membuka hp (rada susah membuka belakang hp). Akhirnya kartu baru saya amsukkan tanpa mengambil kartu lama karena kebenaran hp bisa untuk 2 kartu.
Setelah kedua kartu terisi dalam hp, ada notif WhatsApp yang masuk yang sebelumnya tidak ada. Saya berpikir bahwa internet sudah tersambung. Tetapi tidak lama setelah itu tidak ada jaringan internet terbaca di layar hp. Saya coba cabut kartu baru karena di hp tertera hanya 1 kartu yang aktif yaitu kartu lama yang tersimpan di SIM 1.
Setelah SIM 2 saya cabut, signal internet tak kunjung terbaca padahal saya sudah terburu-buru mengejar omprenangan ke pintu tol Pedati. Saya minta tolong pinjam hp Abang saya untuk order ojek online, aplikasi yang dimiliki Abang saya hanya Grab sedangkan armada Grab lebih sedikit dibanding gojek.Yang artinya saya harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan driver ojek online. Saya mencoba meminjam hp Kakak ipar dan kondisi sama dengan Abang saya hanya punya aplikasi Grab. Jadilah say adengan terpaksa menggunakan aplikasi Grab.
Sempat gagal sekali mendapatkan driver Grab ketika diulang akhirnya ketemu walau posisinya lumayan jauh dari rumah, butuh waktu 6 menit tertera di layar. Saya mengirimkan sms no rumah tempat dijemput, tak ada balasan. Menunggu lebih dari 6 menit tak juga ada kabar. Padahal biasanya kalau driver yang lain kasih kabar minimal lewat sms.
Ketika menunggu pengemudi ojek online datang, supir mobil omprengan benanyakan posisi saya, padahal saya masih di rumah dan butuh waktu sekitar 10 menit ke pintu tol. Saya sudah bolak-balik melihat situasi jalanan di depan rumah, siapa tahu pengemudi sudah sudah datang dan abru jengukan ke-3 baru terlihat pengemudinya.
Ketika si Bapaknya datang, saya rasanya sudah sangat kesal karena arah orderan harusnya berubah. Mau dicancel tapi tidak enak tapi si Bapaknya tidak ada kabar. Saya bertanya ke Bapaknya boleh tidak saya mengubah arah antar karena omprengan yang akan saya tumpangi sudah berangkat. Mungkin karena iba melihat saya akhirnya si Bapak bersedia mengantar ke tujuan berikutnya.
Lega rasanya ketika akhirnya bisa naik bis ke arah tempat kerja dan bisa janjian dengan teman-teman satu jemputan di rest area. Rasa-rasanya sekarang aplikasi transportasi online ini sudah menjadi kebutuhan.