Rabu, 10 Mei 2017

Liburan Keluarga di Transera Waterpark Bekasi



Turkana Pool


Tanggal 29 April 2017 yang lalu, saya bertiga dengan keponakan mendapat kesempatan bermain air di Transera Waterpark Bekasi. Tempat bermain yang berlokasi di kawasan Harapan Indah yang berbatasan dengan wilayah Cakung Jakarta Timur.

Untuk yang menggunakan transportasi umum, ada beberapa pilihan menuju Transera. Bisa naik kereta dari Manggarai menuju Bekasi, turun di stasiun Kranji lalu dilanjutkan dengan angkot nomor 30 ke Harapan Indah ataupun  memilih naik transportasi online. Atau kalau mau memilih naik Trans Jakarta, pilih jalur yang menuju Pulo Gadung nanti transit Pulo Gadung - Harapan Indah.

Sesampai di meja resepsionis pengunjung diarahkan ke pembelian tiket dimana pengunjung diberi gelang dan dengan gelang tersebut juga berfungsi sebagai alat untuk melakukan transaksi untuk pembelian non tunai di dalam arena, seperti misalnya sewa ban, gazebo dan sewa locker. Dan saldo dalam gelang ini nanti akan dikembalikan apabila kita sudah selesai bermain. 

Begitu tiba di lokasi yang memiliki luas 6,8 Ha dengan lahan parkir yang sanagt  cukup ini, ponakan kecil langsung memilih main air di Turkana Pool yaitu kolam anak yang dilengkapi seluncuran yan tidak terlalu tinggi dan sewaktu-waktu ada semburan air yang ditumpahkan dari tempat berbentuk ember kayu dan anak-anak menunggu tumpahan air dengan gembira.

Selanjutnya kami bertiga mengelilingi kolam arus berlebar 4 meter dan panjang 400 meter mengalir mengelilingi area permainan dan di sepanjang aliran sungai terdapat patung-patung ala-ala Afrika. Ada juga kucuran air dimana kita bisa menyelam sambil punggung serasa dipijat kucuran air. Puas mengelilingi arus air, kami mampir di Golwe pool, yaitu kolam ombak dimana pengunjung bisa merasakan goncangan ombak buatan selama 15 menit setiap 1 jam sekali.

Ponakan saya mencoba permainan Cango Slide dimana terdapat Slide yang berbentuk spiral berbentuk terbuka dan tertutup, pengunjung bisa memilih ataupun mencoba dua-duanya, meluncur dari ketinggian sekitar 10 - 15 dengan menggunakan ban dan akan tiba di kolam khusus yang nantinya tersambung ke kolam arus.
Saya lebih memilih Mosi -OA-Tunya yaitu empat slide berwarna hijau, pink, biru dan kuning. Pengunjung meluncur secara telungkup dengan menggunakan alat berbentuk karpet dari atas tempat yang sama dengan Cango Slide dan kita meluncur mengikuti lekuk slide yang membuat jantung berdebar kencang karena wajah langsung menghadap ke bawah.

Karena permaianan ini cukup seru, kami sempat mengulangnya dua kali. Sedangkan keponakan saya berulang kali mencoba permainan di Mosi -OA-Tunya dan Cango Slide.
Setelah istirahat dan amakn siang, kami kembali mengarungi kolam arus sambil sesekali berlomba siapa paling cepat berenang.

Selain bermain basah-basahan, ada juga permainan kering di Transera, yaitu permainan bumper car. Pengunjung diwajibkan untuk berpakaian kering dan menggunakan alas kaki saat bermain demi keamanan.
Terdapat juga locker tempat penyimpanan barang yang letaknya dekat denagn lokasi ganti pakaian. Terdapat banyak kamar mandi untuk berganti ataupun untuk mandi. Gelap sudah menghias wajah langit Bekasi saat kami memutuskan untuk meninggalkan tempat. Transera ditutup pukul 18:00 wib dan pengunjung satu per satu beranjak meninggalkan tempat.

Untuk mendapatkan informasi-informasi terbaru ataupun promo yang mungkin sedang berlangsung, boleh diintip website http://transerawaterpark.co.id/en atau
di akun media sosial Transera yaitu
FB Pages: Transera Waterpark
 twitter @transera_bekasi,
Instagram: @transerawaterpark.bekasi). 


Jadi buat teman-teman yang di sekitar Jakarta atau sedang liburan di sekitar Jakarta, Transera dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan liburan untuk bermain air sambil bercengkerama dengan keluarga.

Rabu, 26 April 2017

Bunga Tanda Cinta Buat Ahok – Djarot





Setelah melalui perjalanan melelahkan akhirnya hasil pilkada DKI 19 April 2017 hasil quick count menghasilan pemenangnya adalah no urut 3 yaitu Anis - Sandi. Walaupun itu sangat jauh dari perkiraan orang-orang yang melihat perubahan Jakarta sejak Ahok - Djarot menjabat, ternyata nila setitik di Kepulauan Seribu telah mengacaukan semuanya.

Walaupun orang-orang yang logis melihat bahwa alasan angka-angka cantik dimunculkan adalah alasan politis semata, tetapi tetap saja ada orang yang merasa bahwa mereka telah terhina. Untuk alasan agama, saya tidak bisa komentar karena itu ranah pribadi. Walau kalau mau jujur saya tanda tanya kenapa orang-orang itu tidak pernah protes ketika ada partai agama mendukung calon yang bukan seagama.

Sempat nyesak mengetahui hasil pilkada, tapi tetap percaya bahwa mungkin ini yang terbaik. Ungkapan sedih saya terima lewat pesan-pesan pribadi maupun membaca status teman-teman di media sosial. Bahkan 4 hari setelah pilkada, teman saya masih mengusap air mata karena sedih yang tersisa. Saya tahu ini bukan kecewa karena jagoan kalah tapi karena sudah terlanjur merasakan perubahan Jakarta yang kita harapkan akan berkelanjutan.
Di grup wa yang saya ikuti, seorang teman melontarkan ide untuk mengirim bunga ke Balaikota sebagai ungkapan terima kasih atas kinerja Ahok - Djarot selama ini. Entah mungkin pesan itu meyebar atau ada yang punya ide sama, akhirnya malah Balaikota kebanjiran papan bunga.

Dari kemarin terharu rasanya membaca berita  https://news.detik.com/berita/d-3482859/curhat-warga-ke-ahok-gagal-move-on-hingga-mantan-terindah?utm_medium=oa&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_source=facebook&utm_content=detikcom dan postingan tentang papan bunga di Balaikota. Karena menurut saya pribadi bunga itu adalah lambang cinta, kasih dan perdamaian. Walaupun ternyata tetap saja ada yg berkomentar negatif bahkan tega menyebut bahwa papa bunga itu pesanan Ahok sendiri. Abaikan saja suara sumbang yang selalu menilai segala sesuatu dari kepentingan sendiri.

Di grup saya bersama teman-teman  masih rencana kirim bunga, dan ternyata grup keluarga saya juga masing-masing ada rencana kirim bunga juga dengan komunitas mereka masing-masing. Ahok-Djarot menerima ungkapan cinta dari orang-orang yang mengasihi mereka dan mereka layak menerimanya. Tetaplah semangat Ahok-Djarot karena hari esok masih panjang.

Rabu, 22 Maret 2017

Sekolah Anjing – Cerita kocak.





Salah satu arisan yang saya ikuti adalah dengan teman sekolah. Di awal tahun kami mengadakan arisan di luar kota. Salah seorang teman membawa seekor anjing lucu yang langsung menjadi idola anak-anak. Saat sedang berkumpul, seorang teman menawarkan sekolah anjing karena kebenaran anjing tersebut habis pipis dipojok rumah karena suami teman saya ketiduran dan tidak mengantar pipis di halaman.

Ternyata biaya sekolah anjing yang ditawarkan teman tersebut lebih mahal dari sekolah manusia. Teman  yang punya anjing bilang kalau sekolah itu bisa membuat anjingnya bisa nyuci, ngepel dia mungkin akan mempertimbangkan. Tentu saja jawabannya itu disambut tawa kami semua. Ditambah dengan jawaban ngawur teman-teman yang lain.

Sepulang dari luar kota, salah satu teman arisan tersebut mengirim video ditambah kata pengantar "hasil sekolah anjing". Di video ditunjukkan, suara seorang Ibu yang meletakkan septong roti di depan seekor anjing. Lalu si Ibu menyebut, roti baru bisa dimakan pada hitungan ke tiga.

Mulailah si Ibu berhitung,  satu, dua, empat sampai sepuluh. Si anjing masih tampak anteng melihat roti. Lalu dilanjut hitungan mundur dari sepuluh sampai satu dan lagi-lagi tidak menyebut angka tiga. Air liur si anjing sudah mulai menetes walaupun masih tetap terlihat santai. Pada ke tiga kali hitungan berputas barulah angka tiga diucapkan dan tentu saja si anjing langsung melahap roti tersebut.

Video ini menjadi berasa lucu karena sebelumnya cerita sekolah anjing menjadi pembicaraan serius tidak serius saat acara diluar kota. Ada yang berniat menyekolahkan anjing? Nanti kita bantu cari  alamatnya


Kamis, 09 Maret 2017

Standar Pelayanan di Kelurahan dan Kecamatan yang Prlu Diperbaiki



Bulan Oktober 2016 lalu saya mengurus e-KTP ke kecamatan. Berhubung e-KTP saya yang sebelumnya ada kesalahan sehingga saya kembali menggunakan KTP biasa. Sebelumnya saya sudah mencari informasi kepada beberapa teman yang baru saja mengurus e-KTP.

Pagi-pagi saya sudah ke kantor kelurahan, karena lokasinya berseberangan, jadi gampang langsung ke kecamatan. Saat saya tiba di kecamatan, orang sudah banyak yg antri, tapi tidak ada papan petunjuk urutan yang harus kita ikuti. Harus bertanya ke orang-orang yang bukan pegawai kantor kecamatan.

Membaca penguman yang ditempel di kaca , bahwa untuk mengurus e-ktp kita harus membawa surat dari kelurahan. Lalu saya bergegas ke kelurahan dan sudah ada 2 ibu yang juga sedang menunggu petugas yang menangani surat keterangan untuk kecamatan. Beruntung tidak lama kemudian petugas datang dan kami dapat surat yang dibutuhkan tanpa membayar .

Saya kembali ke kecamatan yang sudah semakin padat dengan berbagai kepentingan. Antrian menuju petugas tidak teratur. Saya mengatakan kepada Bapak petugas agar diberi no urut dan arahan kepada warga sehingga tidak tumpang tindih. Kasihan yang pertama datang bisa dilayani belakangan apabila ada yang baru datang dan menerobos ke depan, maka dia bisa dilayani lebih dahulu.

Apalagi pada saat yang bersamaan ada yg datang untuk foto ada juga yang baru mendaftar untuk mengambil jadwal hari apa mereka bisa ikut foto. Yang melayani untuk daftar hari adalah anak sekolah yang sedang magang. Berhubung saya sebelumnya sudah punya e-ktp jadi tidak perlu ikut antrian, tapi langsung ke petugas untuk mendapat info kapan blanko e-ktp tersedia. Petugas menyuruh saya datang pertengahan Desember dan hanya memberi surat keterangan e-KTP sedang proses dan lagi-lagi surat ini tidak pakai biaya.

Selagi menunggu surat keterangan diketik, Pak Camat datang sambil marah-marah dan menyuruh warga yang memenuhi ruangan agar diatur dan disuruh menunggu di luar sebagian. Dan sedikit yang mencengangkan saya, sejak 2 jam saya berada di kecamatan petugas hanya beberapa orang. BEgitu Pak Camat datang tiba-tiba pegawainya banyak, entah datang dari mana :)

Walaupun mungkin warga tidak setiap hari datang ke kelurahan ataupun kecamatan, ada baiknya dibuat prosedur dan informasi yang lengkap sehingga yang datang tidak bertanya kesana kemari yang belum tentu menjadapat informasi yang benar.